SEKALI LAGI maaf

Djakarta 23 nove17 . Malam

Sekali lagi maaf utnuk penawaran yang begitu megah.

Entahlah pakah itu benar penawaram atau tamparan .

Tapi maaf ..

Bukan dunya yang aku mau .

Aku tau dunya itu indah  . Beserta isi se isinya ..

Tapi aku tau bukan itu yang benar benar aku mau .

Jadi terimakasi

Dan maaf ..

Advertisements

Tidak seperti itu

Djakarta . Malam 18 nove ’17

Tidak seperti itu .

Layaknya kau menyalahkanya terus menerus . Seakan tidak ada ruang kebenaran yang ada pada dirinya

Tidak seperti itu

Seakan semua kerugian yang sudah ia tanggung untukmu . Bagimu . Sia . Sia

Seakan . Awan selalu kelabu

Tidak pernah bahkan akan terangpun kamu tidak akan percaya .

Bagaimana kamu membesarkan hatimu selama ini ? Bagaimana sedikitpun empati tidak kamu punyai ?

Padahal nyata dan sangat hidup dia di hidupmu ?

Waktunya . Umurnya . Nyawanya . Darahnya untukmu .

Bahkan doa doanyapun untukmu .

Dan bagaimana bisa kau menyalah nyalah kan dia seakan api tidak pernah padam . Api selalu menyala tanpa celah .

Dimana terimakasihmu ?

Hatta di dalam hati tanpa terucap . Hatta di peluh doa tanpa senyuman .

Dia hanya butuh doa .

Buka. Balas kasih apalagi darimu yang sudah sudah membuatnya bosan mengobati luka lukanya .

Oh kamu ..

Bersyukurlah lebih banyak . Apapun . Seperih apapun dia tidak bermaksut menyakitimu . Terima dan kasihilah dia . Karena darahnya adalah daramu .

Dunya sementara . Bahkan tidak berasa

Meraba dunyanim

Gadis itu menyapa dunya . Dunya yg beberapakali membuatnya lelah . Bagaikan mengayuh perahu di danau yang tak bertepi . Menyiksa . Tapi harus di jalani . Entah akan berhenti di tepi atau harus dengan terpaksa menjatuhkan diri di danau itu .

Aku tak jemuh memandanginya . Wajahnya canti .. Tapi sayang hatinya redup . Bebrapa kali aku melihat dia seakan ingin terlepas dari kegelapan tapi apa daya tidak semudah mendapatkan cahaya .

Bahkan aku heran bagaimana dia bisa melakukan itu semua sampai di titik ini . Dia bisa bertahan melawan dirinya sampai di titik ini . Sampai dimana aku melihat matanya tanpa harapan .

Sungguh menyedihkan .. Nak.. Bagaimana dia bisa melakukan ini kepadamu yang begitu lembut . Bagaimana dia bisa tega melakukan ini kepada mahluk setulus kamu nak .. Bagaimana cara kamu mengamini mereka dan ternyata mereka pula yang mencacimu ..

Kau berusaha menutupi kerapuhanmu dengan senyumanmu . Tapi sayang .. Aku masi bisa melihat kesedihan mendalam di hatimu ..

Bahkan aku tau diam diam kau suka menitikan bebanmu dikala kau sendiri . Aku tau jiwamu terguncang . Batinmu terpukul . Seolah kau terlahir penuh dengan kesialan . Sekalipun kau berusaha menuruti semua mau merka . Aku tau , kau tetap salah ..

Nak .. Bersabarlah sampai kau merasa kau sanggup . Jangan kau sakiti terus menurus batinmu . Sayangi jiwamu . Dia juga butuh kau yang berbahagia sebagai nafas mreka ..

Nak .. Aku tau apa yang kau lakukan dan kau jalani adalah hal yg tidak mudah . Bahkan membayangkanya pun aku tak sanggup nak .. Aku hanya mengharap dari hati ke hati ..

Jalani dengan baik .. Sebaik mungkin .. Jangan lupa untuk setia berbisik ke sejadahmu ditempat kau menaruh seutuhnya wajahmu .. Gumamkan semua yang kau rasakan nak ..

Biarkan ilahi yang mengatur getir semua yang kau rasakan . Bahkan ketika kau mati rasa sekalipun . Jangan berpaling jadi sajadahmu .

Anggaplah itu singga sana terbaik mu dan kau jelas berhadapan denga pemilik segala singgasana . Percayakan semua pada dia nak . Janga. Sekalipun di hidupmu kau menduakanya . Taruhlah bebanmu kepadanya . Dan yakinlah . Dia akan menjawap semua kegetiranmu ..

Nak ..jalani .. Jadilah kuat dan tidak mendendam .

 

 

 

Dia berangsur membaik

Palembang . 10.19am .wenesday27september

 

Dia mulai pulih kembali .

Setelah sekian lama nyaris tak berdaya

Matanya mulai membaik

Bibirnya mulai memberi senyuman .

Ada secarik harapan di matanya yang mulai hidup . Walaupun tak banyak .

Ya.. Setidaknya luka luka yang lalu bisa termaafkan sedikit demi sedikit .

Setidaknya berdamai dengan diri sendiri jauh lebih baik dari pada harus menghardik diri sendiri .

Dia mulai merawat rambutnya .

Memperhatikan pola makanya .

Tersenyum dengan orang yang ada di hadapanya .

Dia bahagia ?

Ya sekiranya itu yang aku lihat .

Tak lagi kulihat dia berdiam diri di kamar seolah menyalahkan hidupnya tanpa tau sampai kapan .

Skarang bahunya mulai tegak

Jalanya sudah pasti tanpa ragu ..

Dia kembali mekar.. ?

Dia kembali mencoba mekar

Setelah sekian lama banyak kelopat kelopak yang gugur tertiup angin .

Skarang dia mulai menata semuanya .

Menegakan dagunya .

Dan belajar dengan kehidupan yang tidak akan pernah pasti .

Tapi yang pasti dia tidak akan mau lagi bersahabat dengan pesakitan

Apapun dan siapapun ..